Halaman

uTweetMe, nge-Tweet di HP Jadul

3

Anda hobi bercuit-cuit dengan Twitter? Twitter memang praktis, dengan 140 karakternya, memungkinkan kita mengupdate apa saja yang kita lihat dengan cepat. Meski Twitter bisa diupdate dengan SMS, dan kita bisa mengikuti melalui versi mobile-nya.

Tapi buat yang gak terbiasa dengan versi mobile bakal bingung me-reply atau mengirim direct message. Kalaupun gape caranya, gak mudah juga mengingat id Twitter teman-teman yang akan di reply. Lebih puyeng kalau mau me-retweet.

Jangan khawatir, buat teman-teman yang ponselnya mensupport aplikasi Java, bisa menggunakan Twitter client di ponsel. Dari beberapa aplikasi java untuk client Twitter, bagi saya ini yang terbaik.

Silahkan download uTweetMe di sini.

Memposting tanpa terbaca RSS

Sekali lagi soal Blogger Hack. Berhubung saya lagi sering ngoprek blog saya ini ya jadi ini yang sering jadi catatan saya :)

Blogger tidak punya static pages (page) seperti WordPress. Di WP, dibedakan antara page dan post. Post akan terkirim ke RSS feeds, sementara page tidak.

Nah, kadang-kadang kita butuh mengubah struktur blog dan menambahkan halaman seperti about, FAQ, contact, e-store, dll. Kalau kita lempeng aja mempostingnya, akan terkirim ke subscribers kita. Ini lumayan mengganggu. Apalagi kalau kita memposting cukup banyak, dan yang menerima subscribe via email.

Caranya mudah saja: Tulis seperti biasa, tapi ubah tanggal postingnya jadi sebelum hari ini. Untuk amannya, saya memposting dengan tanggal 1 bulan sebelum blog saya dibuat. Posting itu tidak akan muncul di RSS readers, dan tidak akan terkirim via email.

Selamat mencoba!

Menggunakan Disqus untuk komentar di Blogger

Ini masih soal ‘hacking’ atau ngoprek themenya Blogger. Salah satu yang kurang disukai di Blogger adalah komentarnya yang kurang user friendly. Dulu, yang ingin memberikan komentar harus mengklik link dan membuka halaman baru untuk memberikan komentar. Sekarang memang Blogger sudah memungkinkan kita mengembed comment form di bawah posting. Namun tetap saja, rasanya tidak sefleksibel WordPress. Harus login, atau kalau pemilik blog rela yang memberikan komentar sebagai anonimous, yang ngasih komentar suka gak ninggalin nama. Jangan harap ada avatarnya.
disqus
Untungnya, ada Disqus. Disqus mensupport Blogger dan banyak platform blog lainnya. Mirip dengan comment form WordPress, dan bahkan lebih baik rasanya.

‘Related Post’ dengan Link Within

linkwithin
Sering melihat di blog ada ‘related post’? Tidak hanya di blog, di media online pun tulisan terkait sering ditambahkan di bawah artikel. Tujuannya memberikan informasi pada pengunjung ada tulisan sejenis, kalau tertarik mungkin sekali ia akan membacanya. Ujung-ujungnya ini akan menambah page views.
Di WordPress, ada banyak plugins yang bisa digunakan. Yang saya gunakan di blog WP saya adalah YARPP. Blogger, tidak mengenal plugins seperti itu. Maka kita perlu menggunakan 3rd party.

Copy Paste: Etis kah?

copas

Copy Paste

Sejak era web 2.0 mewabah, copy paste alias copas jadi sering jadi isu. Saya sendiri sudah beberapa kali menulis soal copas. Pernah ada ‘pendukung copas’ sampai menulis komentar panjang lebar. Membaca tulisan Eka di Ayo Ngeblog, membuat saya ingin menulis lagi soal ini.
Sebetulnya copas itu sifat natural manusia kok. Bahkan sebelum era blog 2.0. Pernah menerima email-email yang menarik, lucu-lucu, atau foto artis yang lagi heboh? Apa yang kita lakukan? Saya rasa akan banyak teman-teman yang bilang “saya forward lagi ke milis lain”. Kadang isinya juga diambil dari website kan? Jadi sifat itu kebawa ke blog.
Manusia pada dasarnya ingin berbagi. Jadi kalau dulu sering forward-forwardan email atau SMS, nah kali ini mereka akan paste di blognya. Lho, jadi gak salah dong? Nanti dulu…